OUTPUT PRAKTIKUM KPKT
ACARA 5 "PROBLEMATIKA KESUBURAN TANAH DI SEKITAR TEMPAT TINGGAL"
#18/430439/PN/15756_Dian Prasasty_A5#
Asisten: Verra Ferdiana Putri
Pada musim hujan petani sering mengalami kerugian karena intensitas curah hujan yang tinggi sehingga mneyebabkan tanaman rusak. Pada musim kemaraupun petani juga menghadapi masalah kekeringan karena kemarau panjang. Kehidupan petani di lahan banyak mengalami dinamika. Permasalah kesuburan, dan hama penyakit merupakan masalah yang masih banyak terjadi di lahan.
Untuk mengetahui permasalahan petani dilapangan, dilakukan pengamatan dan wawancara secara langsung dengan petani pada tanggal 3 Desember 2020 di jalan Melon no. 11. Wawancara dilakukan dengan ibu Pur (43). Lokasi berada pada ketinggian 110 m dan berada dekat dengan sungai Kali Anyar. Ibu Pur merupakan seorang petani yang memiliki total lahan sawah seluas 3000 m2. Lokasi yang tempat dilakukannya wawancara merupakan lahan yang digunakan budidaya tanaman padi. Komoditas yang ditanam selama 3 musim tanam hanya padi dengan hasil panen mencapai 1,7 ton tiap panen. Lokasi berada pada deretan sawah lain yang kebanyakan ditanami padi. Tanah memiliki kadar lengas tinggi, betekstur geluhan dengan warna coklat tua. Kebatuan didaerah tersebut termasuk sedikit berupa kerikil kecil. Jarak tanam yang diterapkan yaitu 15 cm antar tanamn dalam satu baris. Pada tanah diaplikasikan pupuk majemuk berupa pupuk kandang kambing, pupuk dolomit, serta pupuk urea. Sebagai pupuk jalan digunakan pupuk NPK Mutiara. Pengaplikasian pupuk ini dengan disebar pada lahan dan tanaman.
Pada pertanaman yang dilakukan ini digunakan jarring tanaman untuk mencegah burung-burung memangsa biji padi. Penggunaan jarring ini juga tidak kalah efektif dalam mnegendlikan gulma yang secara liar tumbuh disekitar area budidaya tanaman dimana gulma sendiri dapat merugikan karena menyerap unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman budidaya (Suherman and Nugraha, 2014). Dengan kondisi Indonesia yang memiliki suhu panas ketersediaan air di daerah ini tidak mengkhawatirkan, karen para petani mayoritas sudah memiliki sumur bor sendiri untuk mengatasi pengairan di musim kemarau.
Disamping kelebihan yang didapat dari penggunaan jaring juga merupakan masalah bagi petani karena nyatanya harga jaring yang relatif tinggi. Ibu Pur menggunakan jarring yang dibeli sendiri tanpa bantuan dari pemerintah dengan harga 750 ribu pergulung. Perlakuan penamabah pupuk merupakan hal yang perlu dilakukan oleh petani pada lahan yang dibudidayakan. Dari pengakuan Ibu Pur sendiri mengatakan bahwa hasil dari tanah yang tidak diberikan pupuk dengan yang diberikan pupuk berbeda. Pada lahan yang diberi pupuk tanaman akan terlihat lebih subur dan lebih hijau serta tumbuh dengan lebat dibandingkan pada tanah yang tidak diberikan pupuk. Pemupukan sendiri dalam pertanian digunakan sebagai penambah unsur hara tanah baik mikro maupun makro sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal dan memiliki produktivitas maksimal (Novizan , 2002)
Permasalahan yang dialami selanjutnya ialah tidak adanya bantuan pupuk dari pemerintah. Ibu Pur Sendiri masuk dalam Kelompok Tani akan tetapi dari kelompok tana tempat beliau bergabung tidak mengajukan bantuan ke pemerintah. Pupuk urea dan NPK mutiara yang dibutuhkan oleh Ibu Pur relatif banyak dan dengan hal tersebut perlu biaya yang lebih banyak. Salah satu penyelesaiinnya ialah pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah-buahan sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk kimia sangat cocok dikembangkan. Selain bahan bakunya melimpah juga sangat ekonomis karena tidak memerlukan banyak biaya . Pupuk cair organik dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia (Jalaludin et al., 2016). Penggunaan pupus kompos dan kandang juga dapat diterapkan karena harganya yang relatif lebih murah dan mampu menyediakan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman (Nurman et al., 2019).
Gambar: Dokumentasi Bersama petani dan foto lahan.
Dari penjelasan narasumber bahwa permasalahan kesuburan yang ada dilahan saat melakukan budidaya tanaman padi ini tidak ditemui. Permasalahan lebih kepada pembiayaan pupuk dan hama dan penyakit tanaman. Kondisi lahan yang tidak terlalu masam dan tidak terlalu basa inilah sebagai salah satu kondisi penunjang kesuburan tanah ditanah tersebut. Masalah yang dipermasalahkan oleh Ibu Pur ialah adanya Hama wereng, burung dan tikus. Penyelesaian yang dapat dilakukan ialah pemberian pestisida nabati untuk menghalau para hama memakan tanaman budidaya.
Daftar Pustaka :
Jalaluddin, Z.A.Nasrul , and R.Syafrina. 2016. Pengolahan sampah organik buah- buahan menjadi pupuk dengan menggunakan effektive mikroorganisme. Jurnal Teknologi Kimia Unimal. 5(1) : 17-29.
Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Baik. Depok. Agro Media Pustaka.
Nurman, S., D.Ermaya, F.Hidayat, and R. Sunartaty. 2019. Pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai pupuk kompos. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaanmasyarakat . 3(1) : 5-8.
Suherman, C., and R.A. Nugraha. 2014. Pertumbuhan bibit kelapa sawit (elaeis guineensis jacq.) yang diberi mulsa dan fungi mikoriza arbuskula di pembibitan awal. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Lampung. 179-188

Comments
Post a Comment