OUTPUT PRAKTIKUM KPKT
ACARA 3 : Membuat Kompos
#18/430439/PN/15756_Dian Prasasty_A5#
Asisten: Verra Ferdiana Putri
Sampah sering kali kita pandang sebelah mata, sampah merupakan bahan yang tidak berguna, tidak digunakan atau bahan yang terbuang sebagai sisa dari suatu proses alam atau sisa kegiatan sehari-hari manusia. Sampah biasanya berupa padatan atau setengah padatan yang dikenal dengan istilah sampah basah atau sampah kering (Nur et al., 2016). Menurut Moerdjoko (2002), sampah diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu sampah organik (bersifat degradable) dan sampah anorganik (non-degradable). Sampah organik adalah jenis sampah yang sebagian besar tersusun oleh senyawa organik (sisa tanaman, hewan, atau kotoran) sampah ini mudah diuraikan oleh jasad hidup khususnya mikroorganisme. Sampah organik biasanya merupakan komponen terpadat dari aliran limbah mana pun (Antillón et al., 2018). Sampah organik rumah tangga menjadi salah satu bahan yang sangat berpotensi untuk pembuatan pupuk kompos. Pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos memiliki manfaat ganda, yaitu mengatasi masalah sampah rumah tangga, sekaligus mendapatkan pupuk organik yang sangat bermutu.
Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari proses pelapukan (dekomposisi) sisa-sisa bahan organik secara biologi dengan bantuan mikro-organisme aktif (bakteri/jamur/mikroba) menjadi bagian-bagian yang terhumuskan, tidak bau, dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Kompos dalam skala besar biasanya sengaja dibuat karena proses tersebut jarang sekali dapat terjadi secara alami, karenadi kondisi kelembaban dan suhu di alam yang tidak cocok untuk proses biologis baik terlalu rendah atau terlalu tinggi (Firmansyah, 2010). Salah satu cara untuk menangani sampah organik rumah tangga adalah melalui proses pembuatan kompos. Pengomposan atau pembuatan pupuk organik merupakan suatu metode untuk mengkonversikan bahan-bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana dengan menggunakan aktivitas mikroba (Nur et al., 2016). Penambahan pupuk kompos pada tanah dapat memperbaiki struktur dan drainase tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation tanah (KTK), meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, meningkatkan penyerapan hara oleh tanah, serta menyediakan makanan untuk mikroorganisme tanah. Pemberian kompos juga dapat menyediakan dan meningkatkan kandungan hara pada tanah yang dibutuhkan oleh tanaman (Djuarnani et al., 2005).
Pada hari Selasa, 6 Oktober 2020 di RT 01 RW 04 Karangasem, kecamatan Laweyan Kota Surakarta, Jawa Tengah telah dilaksanakan praktikum acara 3 berjudul “Membuat Kompos” dengan metode anaerob. Alat yang digunakan, yaitu gelas ukur untuk mengukur kebutuhan EM4, tetes tebu, air; ember dengan tutup untuk wadah kompos yang dibuat; pengaduk sebagai pengaduk sampah organik. Bahan yang dibutuhkan, yaitu dedak, sampah organik, EM4, air, dan tetes tebu. Metode yang digunakan pada acara ini adalah metode anaerob yaitu metode yang tidak memerlukan O2.
Gambar 1. Alat dan bahan pembuatan pupuk kompos
Langkah kerja pembuatan pupuk kompos metode anaerob yang dilakukan yaitu:
1. Limbah sayur/buah dan limbah hijauan dicacah dengan ukuran < 2 cm, kemudian dicampur dengan seresah. Selanjutnya ditambahkan dedak secukupnya hingga tercampur merata.
2. Larutan EM4, tetes tebu dan air dicampur dengan perbandingan 1:1:50 kemudian dituangkan pada campuran limbah rumah tangga dengan kadar air 30-40% (tidak keluar air saat diperas)
3. Campuran bahan kompos dimasukkan ke dalam ember. Suhu campuran bahan kompos dalam ember dipertahankan 40-50°C dengan cara diaduk-aduk, kemudian ember ditutup dengan rapat.
4. Setelah 7 hari kompos dicek sudah hancur atau belum dan diaduk-aduk kembali.
5. Setelah 14 hari kompos dicek kembali, jika sudah remah dan tidak berbau menyengat artinya kompos sudah matang. Kompos yang sudah matang siap digunakan.
Kelembaban merupakan farktor penting dalam pengomposan. Kelembaban bahan kompos menjadi salah satu penentu keberhasilan kompos. Kelembaban minimum bahan kompos adalah sebesar 50-60%, sedangkan kelembaban maksimum tergantung bahannya. Kelembaban kompos harus dijaga agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah yang dapat menyebabkan kegagalan pengomposan (Lende et al., 2017). Semakin lembab suatu bahan organik tersebut maka mikroba akan bekerja secara optimal, sedangkan untuk bahan organik yang mempunyai kelembaban yang kurang maka kinerja mikroba akan menurun.
Pemanfaatan limbah organic menjadi kompos akan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan memperbaiki lingkunga tanah dan tanaman. Beberapa manfaat yang didapat dari penggunaan pupuk kompos (Supardi dan Sulistyorini, 2020); Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman; Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah; Meningkatkan aktivitas mikroba tanah; Menekan pertumbuhan / serangan penyakit tanaman; Meningkatkan kapasitas serap air tanah; Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen); dan Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
Daftar Pustaka:
Antillón, J.J., C. C. Amador, and L. G. R. Esquive. 2018. Food Waste Recovery with Takakura Portable Compost Boxes in Offices and Working Places. MDPI 7(4): 1-13.
Djuarnani, N., Kristian, dan B. S. Setiawan. 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. AgroMedia Pustaka, Depok.
Firmansyah, M.A. 2010. Teknik Pembuatan Kompos. BPTP Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah.
Lende, A.N., M. Hasan, L. M. Mooy, dan Suryawati. Persentase bahan pembuatan kompos (daun lamtoro : sabut buah lontar : pupuk kendang sapi) untuk menghasilkan kompos yang berkualitas. Partner 22 (2): 463-473.
Moerdjoko S, W. 2002. Menghindari, mengolah dan menyingkirkan sampah, Cet.1, PT. Dinastindo Adiperkasa Internasional, Jakarta.
Nur, T., A. R. Noor, dan M. Elma. 2016. Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi 5(2): 44 – 51.
Supardi, dan E. Sulistyorini. 2020. Pembuatan kompos anaerob dengan menggunakan komposter sederhana yang diterapkan di Dusun Sidomulyo. Jurnal Pengabdian LPPM Untag Surabaya. 05(02): 148-15
Nama : Dian Prasasty
NIM : 18/430439/PN/15756
Golongan : A5

Comments
Post a Comment