OUTPUT PRAKTIKUM KPKT
ACARA 2 : Mengenal Pupuk
#18/430439/PN/15756_Dian Prasasty_A5#
Asisten: Verra Ferdiana Putri
Ibu Ani merupakan wanita tani yang giat mempraktekan pertanian organik berkelanjutan, dengan salah satu cara yang beliau terapkan adalah penggunaan pupuk organic cair yang dibuat sendiri menggunakan air lindi dari sampah dapur ditambah EM4 dan air kelapa. Bu Ani memiliki lahan seluas 1100 m2 (luas tanam 1000 m2) dengan komoditas yang ditanam adalah jagung. Pada budidaya tanaman jagung yang dilakukan oleh Bu Ani mengaplikasikan pupuk organik saja tanpa adanya penambahan pupuk anorganik. Penerapan pupuk organik ini sudah dilakukan oleh Bu Ani selama 9 tahun ini, dengan pertimbangan bahwa pemberian pupuk anorganik yang lambat laun dapat menggerogoti kesehatan tanah, sehingga Bu Ani memutuskan untuk hanya menggunakan pupuk organik untuk keberlangsungan lingkungan dan ekosistem.
Gambar 1 : Dokumentasi Bersama petani dan Foto pupuk
Pupuk organik yang digunakan bu Ani dalam budidaya adalah pupuk organik cair, pupuk kendang dan pupuk kompos. Adapun dosis pengaplikasian pupuk organik yaitu
1. Pupuk organik cair : 200ml POC/10liter air. Diberikan pada tanaman jagung diawal masa tanam (3-4 minggu setelah tanam)
2. Pupuk kendang dan kompos digunakan sesuai dengan kondisi tanah dan tanaman, pemberian nya 1 sekop campuran pupuk kendang dan kompos untuk setiap 3 tanaman jagung, dan diberikan saat jagung akan mulai berbunga.
Pemberian pupuk organic cair yang diaplikasikan oleh Ibu Ani hampir sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Suarsana, dkk (2019), dimana pengaplikasian POC sebesar 23,4 L/ha memberikan hasil panen segar tingkol per hektar tertinggi.
Daftar Pustaka:
Suarsana, M., Wahyuni, P.S. and Maliastra, M., 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair Dan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea Mays-saccharata Sturt) Pada Lahan Kering Di Desa Telaga. Agro Bali: Agricultural Journal, 2(1), pp.28-36.
Nama : Dian Prasasty
NIM : 18/430439/PN/15756
Golongan : A5

Comments
Post a Comment