OUTPUT PRAKTIKUM KPKT
ACARA 1 : Uji Kesuburan Tanah
#18/430439/PN/15756_Dian Prasasty_A5#
Asisten: Verra Ferdiana Putri
Penyuluhan merupakan penggerak penting dalam lingkup pertanian di Indonesia, yang mana sumber daya manusia dari para petani di kawasan pedesaan (rural) menjadi salah satu problematika yang patut untuk di atasi. Peningkatan kualitas SDM harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan dan dengan visi jauh ke depan serta dengan mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis. Kesuburan tanah merupakan kondisi dan kemampuan tanah untuk menyokong pertumbuhan tanaman dengan berbagai komponen di dalamnya. Komponen tersebut seperti biologi, kimiawi, dan fisika. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM petani dan keluarganya adalah melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Banyak yang menduga bahwa kesuburan tanah sama dengan kesehatan tanah, namun hal tersebut berbeda. Mengutip dari situs resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kesehatan tanah lebih diartikan sebagai suatu kondisi atau keadaan tanah yang mendukung serta menjamin tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Tanah merupakan media untuk pertumbuhan tanaman yang memasok unsur hara untuk tanaman. Secara umum, tanah memasok 13 dari 16 unsur hara esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman terutama tanaman pangan. Namun, dalam kenyataannya tidak selalu semua unsur hara terdapat dalam tanaman. Hal ini terjadi karena tidak subur serta tidak berimbangnya unsur hara dalam tanah (Handayanto et al., 2017).
Gambar 1.Dokumentasi Bersama Petani dan foto Lahan
Dalam penyuluhan yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian di Kabupaten Karanganyar tepatnya pada keluarga petani Bapak Warso (56) di Colomadu, Karanganyar yang belum tergabung dalam kelompok tani memberikan dampak yang positif. Tanah sebagai sumberdaya alam, untuk pertanian, mempunyai fungsi utama yaitu sebagai pendukung tanaman, atau matrik tempat akar tumbuhan sehingga tumbuhan tetap tumbuh ke atas, dan sebagai sumber hara bagi tumbuhan. Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dalam bentuk yang tersedia dan seimbang untuk menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimum (Pinatih et al., 2015).
Penyuluhan mengenai dampak pemberian pupuk kimia yang tidak tepat takaran atau berlebih sehingga dapat dapat mempengaruhi kesuburan dan kesehatan tanah diberikan kepada petani setempat sehingga petani paham dan waspada dengan bahaya yang dapat ditimbulkan seperti tanah yang menjadi kahat, mikroorganisme dalam tanah terganggu, menghambat pembusukan bahan organik yang mana apabila banyak mikroorganisme yang mati, tentunya tanah lahan pertanian menjadi tidak subur sehingga berpengaruh buruk terhadap hasil pertanian. Tidak selesai di situ, penyuluhan berlanjut dengan pemahaman tentang pertanian organik, dampak positif dan langkah-langkah yang dapat di lakukan dalam mewujudkan pertanian organik serta pembuatan pupuk cair organik (POC) dengan media dan bahan yang mudah di dapat. Pupuk Organik Cair Kotoran hewan ternak yang disosialisasikan oleh penyuluh dari dinas terbuat dari kotoran + urine + EM0 + Air Kelapa dengan perbandingan 4 : 8 : 1 : 1 yang difermentasi selama 1 bulan, setelah 1 bulan POC akan dapat digunakan. Akses air dengan menggunakan sumur bor di lahan Bapak Warso tidak menjadi kendala. Komoditas yang ditanam secara bergilir oleh Bapak Warso adalah kacang tanah dan jagung, dimana kedua komoditas tersebut memerlukan nutrisi yang optimal dalam budidaya nya agar hasil nya juga melimpah.
18 musim tanam telah di dilewati dengan menerapkan penggunaan pupuk organic cair yang telah dibuat secara mandiri oleh Bapak Warso, membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Pengurangan penggunaan pupuk anorganik dapat dirasakan dampaknya, walaupun pada awalnya tidak mudah karena pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak se-signifikan dibanding dengan penggunaan pupuk anorganik secara menyeluruh. Hasil panen yang tidak mudah layu dan busuk menjadi tolok ukur penting dalam dampak yang didapat dari penggunaan pupuk organik, tidak ketinggalan keadaan tanah yang lebih gembur juga menjadi pengaruh dari pengurangan pupuk anorganik. Pengelolaan tanah yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen di tingkat masyarakat, titik awalnya adalah memahami pemikiran dan persepsi petani tentang metode pengelolaan mereka saat ini (Omari et al., 2018).
Daftar Pustaka:
Handayanto, E., N. Muddarisna, dan A. Fiqri. 2017. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Brawijaya Press, Malang.
Omari, R. A., S. D. Bellingrath-Kimura, E. S. Addo, Y. Oikawa, and Y. Fujii. 2018. Exploring farmers’ indigenous knowledge of soil quality and fertility management practices in selected farming communities of the guinea savannah agro-ecological zone of Ghana. Journal of Sustainability. 10(4): 1034.
Pinatih, I.D.A.S.P., T.B. Kusmiyati, dan K.D. Susila. 2015. Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Kecamatan Denpasar Selatan. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 4(4):282-292.
Nama : Dian Prasasty
NIM : 18/430439/PN/15756
Golongan : A5

Comments
Post a Comment